Skip to content

Kenali Ciri-ciri Penyakit Kista Pada Saat Menstruasi Sedari Dini

Penting bagi setiap wanita untuk memahami ciri-ciri penyakit kista pada saat menstruasi. Pasalnya, ini merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada wanita, namun sering sekali diabaikan.

Kista sendiri merupakan kantung berisi cairan yang berkembang di ovarium. Studi menjelaskan, bahwa ovarium dapat dikatakan bekerja dengan baik apabila terdapat kista saat menstruasi. Namun, apabila kista ovarium tidak menghilang dan justru makin membesar itu perlu diwaspadai.

Untuk ukuran kista yang muncul pada saat menstruasi sekitar 1-3 cm. Akan tetapi terdapat beberapa kasus kista yang ukurannya sebesar 15-30 cm. Sehingga jika merasakan ciri-ciri kista yang berbeda segera hubungi dokter, ya.

Nah, ulasan kali akan membahas mengenai ciri-ciri penyakit kista pada saat menstruasi, ciri-ciri penyakit kista ovarium, jenis-jenis penyakit kista saat menstruasi dan pemeriksaan untuk mendeteksi kista. Tanpa berlama-lama lagi, berikut penjelasannya.

Ciri-ciri Penyakit Kista pada Saat Menstruasi

Apabila kista ini tumbuh di dalam ovarium, maka akan terdapat beberapa gejala yang bisa dirasakan oleh pengidapnya. Berikut ciri-ciri penyakit kista pada saat menstruasi yang perlu diwaspadai:

  • Mengalami mual dan muntah
  • Kembung pada perut, terkadang terjadi pembengkakan
  • Nyeri panggul saat menuju haid dan setelah haid
  • Nyeri panggul secara terus menerus
  • Nyeri panggul yang parah dan tiba-tiba
  • Nyeri panggul saat beraktivitas
  • Nyeri usus saat bergerak

Ciri-ciri Kista Ovarium yang Perlu Penanganan Darurat

Dalam beberapa kasus, kista yang bersarang di dalam ovarium juga memerlukan penanganan darurat jika mengalami kondisi di bawah ini:

  • Ukuran kista semakin besar
  • Kista berdarah
  • Mengalami robekan pada perut
  • Mengganggu aliran darah ke ovarium
  • Muncul nyeri yang sangat parah, karena ovarium terpuntir

Baca juga: Makanan 4 sehat 5 sempurna

Jenis-jenis Kista pada Saat Menstruasi

Pada umumnya, kista yang berkembang selama periode menstruasi dikenal dengan kista fungsional. Kista ini terjadi pada masa pubertas hingga menopause dan berkembang pada satu atau kedua ovarium saat bersamaan. Berikut jenis kista fungsional yang paling umum:

  1. Kista teka lutein

Wanita yang sedang menjalani pengobatan infertilitas dengan hormon dapat mengalami kista teka lutein. Hormon akan merangsang pertumbuhan sel telur pada ovarium dan menumbuhkan kista sebagai efek sampingnya.

  1. Kista korpus luteum

Kista korpus luteum yang terisi darah dapat berkembang karena folikel yang melepas sel telur selama ovulasi. Folikel inilah yang juga akan mengeluarkan hormon estrogen serta progesteron.

  1. Kista folikel

Kista folikel dapat terjadi karena folikel tidak terbuka dan akan melepaskan sel telur. Folikel akan berisi cairan dan akan berubah menjadi kista.

Pemeriksaan untuk Mendeteksi Kista

Pasti kamu bertanya-tanya tentang bagaimana cara cek kista dari gejalanya? Nah, untuk pemeriksaan terhadap kista bisa dilakukan melalui pemeriksaan panggul. Biasanya pemeriksaan ini dapat diulang selama 6-8 minggu. 

Meskipun tidak semua kista dapat menyebabkan masalah yang serius, namun tidak bisa dianggap sepele karena tetap memiliki risiko komplikasi kesehatan. Sehingga kamu bisa memeriksanya dengan:

  • Tes melalui MRI, CT Scan hingga pemeriksaan Ultrasound.
  • Tes CA-125 untuk deteksi kanker apabila hasil Ultrasound abnormal atau wanita dalam kondisi menopause
  • Tes kehamilan dengan serum hCG
  • Tes hormon seperti testosterone. Fsh, LH, Estradiol dan sebagainya

Jika kamu mengalami ciri-ciri kista ovarium pada saat menstruasi dan tidak hilang dengan gejala yang semakin terasa berat maka akan dilakukan pembedahan. Tentunya, hal ini untuk memastikan bahwa kista tersebut bukan kanker ovarium. Berikut beberapa jenis operasi kista ovarium:

  • Laparotomi
  • Eksplorasi
  • Laparoskopi panggul

Demikian ulasan mengenai ciri-ciri penyakit kista pada saat menstruasi yang bisa kamu ketahui. Meskipun kondisi ini umum dialami wanita, namun jika kamu mengalami gejala yang parah seperti yang telah disebutkan di atas, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *