Perlu Diketahui, Ini Ciri-ciri Pasangan Berbohong

Tidak ada hubungan yang menginginkan suatu kebohongan di dalamnya. Namun, sering kali kamu curiga terhadap pasanganmu. Sebab, ia menunjukkan ciri-ciri pasangan berbohong.

Sebenarnya, kamu bisa mengetahui jika pasanganmu berbohong lewat beberapa ciri-ciri. Ciri tersebut ditunjukkan melalui gerak atau bahasa tubuh.

Apa saja sih ciri-ciri pasangan berbohong? Baca artikel ini untuk mengetahui ciri-cirinya!

Mengapa Pasangan Berbohong?

Pasangan bisa berbohong karena memiliki alasan tertentu. Inilah alasan yang melandasi kebohongan pasangan:

  • Berusaha menjaga perasaan orang lain.
  • Berusaha menghindari konflik, rasa malu, atau konsekuensi dari sikapnya.
  • Mengontrol situasi.
  • Untuk menunda-nunda perubahan dalam hidupnya.
  • Rasa takut kehilangan pasangan.
  • Menyembunyikan sesuatu yang dilakukan atau tidak dilakukan.
  • Membuat diri sendiri terlihat lebih baik, sukses, atau penuh talenta dari yang sebenarnya.

Ciri-ciri Pasangan Berbohong

Kebohongan pasangan bisa kamu ketahui lewat ciri-ciri berikut ini:

  1. Ekspresi Non Verbal Pasangan Tidak Sesuai dengan Perkataannya

Ekspresi non verbal seharusnya sesuai dengan perkataan. Namun, ketika ekspresi ini tidak sesuai dengan perkataan, pasanganmu bisa saja sedang berbohong.

Misalnya, jika pasanganmu mengatakan ia peduli padamu namun tidak ada tindakan yang menunjukkan hal tersebut, kamu patut waspada. Ia tidak benar-benar serius dengan perkataannya.

  1. Lambat dalam Merespon

Misalnya kamu sedang bercakap-cakap dengan pasanganmu, tetapi ia terlalu lambat dalam merespon. Hal itu bisa jadi menandakan ia akan berbohong.

Sebab, ketika seseorang jujur, ia akan mengatakan pikiran dan perasaannya dengan cepat dan tulus. Namun ketika seseorang berbohong, ia akan mencari kata-kata yang tepat agar tidak menyakiti lawan bicara. Mencari kata-kata ini akan memakan waktu lama, sehingga ia cenderung lambat dalam merespon.

  1. Penggunaan Bahasa Tubuh Tertentu

Kebohongan bisa ditandai dengan beberapa bahasa tubuh. Misalnya, bahasa tubuh kontradiksi seperti berusaha mengatakan “tidak”, namun justru menganggukkan kepala.

Selain itu, orang yang berbohong juga biasanya menunjukkan bahasa tubuh yang tidak biasanya dilakukan. Misalnya menunjuk lawan bicara, bermain-main dengan rambut, membungkuk, menggosok alis, dan memainkan tangannya.

  1. Dia Tidak Bisa Menatapmu

Ketika seseorang berbohong, ia tidak mampu menatap lawan bicaranya. Ia akan menghindari kontak mata atau berusaha menerapkan wajah datar tanpa melihatmu.

  1. Terlalu Banyak Menjelaskan

Ciri-ciri pasangan berbohong selanjutnya adalah terlalu banyak menjelaskan. Biasanya, orang yang berbohong akan memberi banyak penjelasan yang tidak diperlukan, bahkan tanpa diminta.

Mengapa demikian? Ini karena biasanya orang yang berbohong sudah membuat cerita kebohongannya terlebih dahulu, sehingga ia menjelaskannya agar kebohongannya lebih dipercaya.

Namun, sering kali cerita yang ia paparkan juga tidak konsisten. Jika kamu menemukan cerita yang tidak konsisten dari pasanganmu, awas, bisa jadi ia berbohong.

  1. Tidak Menjelaskan dengan Detail

Selain terlalu berlebihan dalam menjelaskan, ada kalanya orang yang berbohong tidak memberikan banyak penjelasan. Apa yang ia katakan terlalu abstrak dan tidak ada detail sama sekali.

Hal ini dilakukan karena orang yang berbohong menganggap jika ia tidak menjelaskan terlalu detail, orang lain tidak akan menganggapnya sebagai suatu kebohongan.

  1. Bersifat Defensif

Jika pasanganmu bersifat terlalu defensif atau melindungi dirinya sendiri, ada kemungkinan ia menyembunyikan sesuatu. Sebab, kebalikannya, orang yang tidak bersalah biasanya lebih terbuka dan tenang ketika menjelaskan.

Selain itu, apabila pasanganmu bertingkah defensif ketika kamu menuduhnya, bisa jadi ia juga berbohong. Orang yang berbohong akan melakukan segala cara untuk menghilangkan segala tuduhan.

Demikian ciri-ciri pasangan berbohong yang perlu kamu ketahui. Jika menurutmu kebohongan pasanganmu tidak bisa ditolerir, semua keputusan terkait hubungan ada di tanganmu. Namun, jangan tergesa-gesa ketika memutuskan. Di awal ketika kamu mengetahui pasanganmu berbohong, cobalah untuk berdiskusi dengannya. Ketika ia tidak bisa diajak berdiskusi, barulah kamu bisa memikirkan langkah selanjutnya.