Apa itu Ghosting dan Cara Menyikapinya

Ghosting adalah istilah yang sering digunakan dalam hubungan. Saking seringnya, kamu mungkin bertanya-tanya apa itu ghosting ketika menemukan istilah ini di media sosial.

Nah, untuk menjawab rasa penasaran terhadap ghosting, kamu bisa membaca artikel di bawah ini. Yuk, baca dan pahami bersama!

Mengenal Apa Itu Ghosting

Apa itu ghosting? Seperti namanya, ghosting memiliki arti yang mirip seperti ghost atau hantu. Istilah ini digunakan ketika seseorang mengakhiri komunikasi secara mendadak tanpa pemberitahuan dengan orang lain. Mirip hantu yang tiba-tiba menghilang dan tidak bisa ditemui lagi, bukan?

Istilah ghosting sering merujuk pada hubungan romantis. Namun, istilah ini sebenarnya juga bisa kamu gunakan dalam hubungan pertemanan atau rekan kerja.

Kata ini sudah masuk dalam kamus Merriam-Webster pada tahun 2017. Namun, sebenarnya istilah ghosting sudah ada jauh sebelum tahun tersebut. Pada tahun 1990-an misalnya, lagu-lagu hip hop sudah menyebutkan kata ghosting untuk menggambarkan kata ‘kabur dan tidak pernah kembali lagi’.

Akan tetapi, kata ghosting semakin populer ketika teknologi memungkinkan kencan online untuk dilakukan. Ketika seseorang melakukan kencan online, ia akan banyak menghabiskan waktu dengan pasangannya melalui pesan singkat atau telepon. Namun, kencan online ini biasanya tidak bertahan lama karena ada salah satu pihak yang tiba-tiba memutuskan hubungan tanpa pemberitahuan. Itulah ghosting.

Mengapa Orang Melakukan Ghosting?

Mengapa sih ada orang yang sampai hati memberhentikan komunikasi lalu menghilang begitu saja? Ternyata, ada alasan yang mendasari orang-orang dalam melakukan ghosting, lho. Inilah alasannya:

1. Mudah Dilakukan

Melakukan ghosting itu mudah. Ketika seseorang tidak lagi merasa ingin berhubungan dengan orang lain, menghilangkan diri sendiri adalah cara paling gampang yang bisa dilakukan.

Sebab, jika seseorang menghilang, anggapannya adalah ia tidak akan mengalami rasa awkward atau tidak nyaman. Ia tidak akan mengalami konfrontasi yang memusingkan kepala.

2.Lelah dan Bosan

Ada kalanya, seseorang merasa lelah dan bosan setelah berhubungan dengan orang lain. Ketika rasa lelah dan bosan itu melanda, ia tidak ingin berhubungan lagi. Akibatnya, jalan ghosting akan dipilih agar orang lain tidak merasa sakit hati.

Contoh Ghosting

Sebelumnya, sudah dijelaskan bahwa ghosting bisa terjadi di hubungan romantis, pertemanan, atau rekan kerja. Namun, apa contohnya?

Supaya kamu memiliki gambaran tentang ghosting, inilah contoh ghosting di berbagai jenis hubungan:

  • Seseorang yang sedang pendekatan denganmu dengan melakukan chat secara intens, tiba-tiba memblokir nomormu dan tidak mau menjawab panggilan.
  • Seorang teman yang merasa diperlakukan tidak adil tidak mau lagi mengikuti acara kumpul-kumpul, bahkan membalas chat atau panggilan.
  • Seorang remaja yang bekerja part-time di suatu toko merasa tidak betah setelah bekerja selama dua hari. Di hari berikutnya, remaja itu tidak masuk kerja dan tidak bisa dihubungi lagi.

Apa yang Bisa Kamu Lakukan Jika Di-ghosting?

Ghosting itu membingungkan. Di satu sisi, kamu tidak tahu apakah hubunganmu dengannya benar-benar berakhir atau pihak lain memiliki kendala dalam menghubungimu. 

Kamu mungkin merasa khawatir jika ada sesuatu yang terjadi dengannya. Namun, kamu juga merasa sakit hati karena kamu berpikir kamu terlalu membosankan hingga ia pergi begitu saja. Selain itu, mungkin pula kamu jadi menyalahkan diri sendiri karena kamu berpikir kamu telah melakukan kesalahan.

Perasaan-perasaan tersebut sangat wajar. Namun, jangan sampai kamu terlalu lama menyesali hubungan yang telah di-ghosting. Waktumu yang panjang tidak berharga untuk memikirkan ghosting.

Jika seseorang melakukan ghosting terhadapmu, inilah hal yang bisa kamu lakukan:

  • Mengirim pesan kepada orang yang melakukan ghosting dengan jelas. Katakan bahwa kamu sudah lama tidak mendengar kabar darinya dan kamu ingin kejelasan akan hubunganmu. Jika ia tidak menjawab, tinggalkan.
  • Membahagiakan diri dengan makan makanan enak yang bergizi, melakukan perawatan diri, berolahraga, dan tidur cukup dengan nyenyak.
  • Menemui teman lain yang bisa membuatmu bahagia.
  • Menghubungi psikolog jika diperlukan.

Nah, itulah dia penjelasan mengenai ghosting beserta cara-cara yang bisa kamu tempuh jika seseorang melakukan ghosting terhadapmu. Tetap semangat, ingat bahwa dirimu berharga!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *