Macam-macam Penyakit Pencernaan yang Harus Diwaspadai

Kurang memperhatikan asupan sehari-hari, serta menjalani pola hidup kurang sehat umum menjadi penyebab seseorang alami penyakit pencernaan dengan gejala yang berbeda-beda. Paling umum muncul rasa nyeri di bagian perut yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Tingkatan keparahannya tergantung pada penyakit apa yang sedang kamu alami. Penyakit pencernaan kronis seperti Irritable Bowel Syndrome atau IBS yang merupakan gangguan sistem pencernaan kronis di area usus besar. Kenali berbagai penyakit lainnya berikut ini.

Gejala Penyakit Pencernaan

Karena setiap penyakit memiliki gejala yang berbeda, penderitanya terkadang sulit mengira apa yang sedang mereka alami. Misalnya, gejala diare sebagai gejala paling umum. Kebanyakan menganggap hanya mengalami diare biasa akibat salah makan saja. Padahal gejala tersebut bisa berhubungan dengan banyak penyakit, termasuk penyakit kronis.

  • Gejala-gejala pada penyakit gangguan pencernaan, di antaranya:
  • Perut terasa nyeri, hingga kram.
  • Muntah-muntah.
  • Diare.
  • Rasa terbakar di sekitar perut.
  • Kelelahan dan sulit beraktivitas.
  • Demam.
  • Nyeri bagian dada.

Jenis Penyakit Gangguan pada Sistem Pencernaan

  1. Keracunan Makanan

Terkadang ada bahan makanan yang memang tidak cocok bagi pencernaan tubuh kita. Hanya saja, tidak menyadarinya. Selain itu ada pula makanan atau minuman yang memang dimasak tidak memenuhi standar, baik dari segi kebersihan, maupun cara mengolahnya.

Hal tersebut bisa memicu gangguan pencernaan yang berupa gejala keracunan. Keracunan ringan ditandai sakit perut dan muntah-muntah. Gejala tidak berlangsung lama, khususnya ketika semua makanan yang baru dikonsumsi keluar lagi dari perut melalui muntahan. Berbeda bila tergolong keracunan berat.

  1. GERD

GERD merupakan penyakit pada sistem pencernaan berupa naiknya asam lambung ke kerongkongan atau esofagus. Gejala awal dimulai dengan rasa terbakar pada perut yang terasa semakin parah saat di malam hari. Terasa mual dan asam di bagian tenggorokan.

Tubuh lemas, keringatan, sampai lemas. GERD harus segera ditangani karena berisiko menjadi lebih parah dan berisiko kematian.

  1. Tukak Lambung

Berbeda dengan GERD, walau banyak yang sering salah mengartikan, penyakit lain yang juga menyerang pencernaan yaitu tukak lambung memiliki gejala serupa. Tukak lambung disebabkan oleh infeksi bakteri jenis H. Pylori yang mana menyebabkan dinding lambung alami luka.

  1. Sembelit

Selanjutnya, kesulitan buang air besar atau sembelit menjadi salah satu penyakit yang kerap dialami banyak orang. Penyebab sembelit sendiri bermacam-macam, mulai dari tubuh kekurangan cairan, kurangnya asupan serat, hingga efek samping konsumsi obat-obatan.

Rutin konsumsi buah dan sayur dan minum dalam jumlah cukup setiap hari bisamencegah terjadinya sembelit.

  1. Diare

Diare juga jadi penyakit pencernaan pada anak dan orang dewasa yang paling banyak dialami. Walau terkesan gejala umum dari berbagai penyakit, diare tidak boleh disepelekan. Apalagi disertai gejala lain seperti demam tinggi, muntah, lemas, dan tidak nafsu makan yang bisa memicu penurunan berat badan secara drastis.

  1. IBD dan IBS

IBD (Inflammatory Bowel Disease) adalah luka lepuh kronis di bagian usus besar. Sementara IBS (Irritable Bowel Syndrome) adalah gangguan yang sama-sama terjadi pada usus besar, tapi penyebabnya bisa berbagai macam. Kedua penyakit ini membutuhkan tindakan dan perawatan medis serius.

Kamu bisa konsumsi obat pereda nyeri, obat diare, serta obat pereda mual bila gejalanya masih ringan.

Jangan ragu untuk segera menghubungi dokter ketika mengalami gejala-gejala penyakit pencernaan yang mengganggu. Khususnya saat gejala tergolong tidak normal dan tidak juga membaik dengan pengobatan dasar atau pengobatan ringan yang dilakukan di rumah.

Oat Milk Sebagai Pilihan Menu Sehat yang Kaya Nutrisi

Berbagai jenis susu bisa kita temui di pasaran. Tidak terbatas hanya susu sapi, oat milk pun jadi pilihan banyak orang. Oat milk adalah salah satu jenis susu yang menggunakan bahan dasar biji-bijian yaitu gandum. Berbeda dengan susu sapi atau kedelai, oat milk merupakan pilihan terbaik bagi kamu yang alergi terhadap laktosa dan kedelai.

Mengapa susu gandum ini semakin populer? Sama seperti jenis lainnya, oat milk pun bisa diolah dan dimasukan dalam berbagai macam sajian menu. Termasuk racikan kopi yang banyak dijual di coffee shop. Cita rasa dari sari gandum menciptakan rasa baru yang melengkapi kelezatan makanan dan minuman.

Oat Milk Adalah Susu Kaya Nutrisi

Tidak sekadar menjadi pilihan untuk menikmati susu, ada banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan dari konsumsi oat milk. Kandungan kalsium, fosfor, vitamin A, vitamin D, dan zat besi akan bantu memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari.

Berikut beberapa manfaat oat milk, di antaranya:

  1. Bantu Turunkan Kolesterol

Menurut studi yang dilakukan para ahli dengan bidang Annals of Nutrition and Metabolism, susu gandum bisa bantu turunkan kadar kolesterol dalam tubuh karena kaya akan serat. Serat yang berupa beta-glucan merupakan serat larut berperan melarutkan lemak jenuh dalam tubuh.

Lemak jenuh atau sering disebut kolesterol jahat menjadi salah satu faktor yang mendukung adanya penyakit  berbahaya dalam tubuh. Contohnya penyakit jantung, penyakit stroke, diabetes, dan penyakit lainnya yang difaktori kenaikan berat badan (obesitas).

  1. Tidak Mengandung Laktosa

Berikutnya, oat milk manfaat yaitu memberi kelebihan tersendiri bagi kamu yang tidak bisa konsumsi susu berlaktosa atau alergi laktosa. Laktosa adalah jenis karbohidrat yang berupa gula, biasanya terkandung dalam produk susu. Sebagian besar susu yang kamu temui di pasaran mengandung laktosa.

Para penderita alergi atau intoleransi laktosa biasanya mengalami sakit perut, hingga diare parah bila tidak sengaja mengkonsumsi susu berlaktosa. Penderita alergi dan intoleransi laktosa bisa dialami bayi, sampai orang dewasa.

  1. Menjaga Kesehatan Tulang

Tingginya kandungan kalium, kalsium, dan fosfor pada oat milk akan bantu jaga kesehatan tulang serta otot. Bukan hanya olahan dalam bentuk susu, sereal, quaker, ataupun olahan lain juga bisa menjadi variasi untuk mendapatkan manfaat dari gandum.

Tentu saja tidak hanya konsumsi makanan dan minuman yang tinggi nutrisi, dalam menjaga kesehatan tulang dan otot dibutuhkan aktivitas fisik rutin seperti olahraga. Selain itu juga memperhatikan posisi tubuh ketika beraktivitas tidak kalah penting.

  1. Cocok untuk Diet

Kalori dalam segelas susu gandum terhitung seimbang dan memenuhi kebutuhan harian. Gandum memang menciptakan rasa kenyang yang mana membuat oat milk untuk diet banyak diaplikasikan. Segelas oat milk atau setara 240 ml; mengandung 120 kkal, karbohidrat 16 gram, lemak 5 gram, protein 3 gram, dan serat sebanyak 2 gram.

Mengapa cocok sebagai pilihan menu diet? Serat yang tinggi dalam susu gandum akan melancarkan pencernaan, sehingga bantu berat badan menjadi lebih ideal karena sistem metabolisme yang lebih lancar. Lengkapi dengan konsumsi lebih banyak menu buah dan sayur untuk dapatkan hasil diet yang optimal.

Manfaat dan kelebihan oat milk adalah alasan mengapa jenis susu ini patut kamu lirik, juga coba. Kini di pasaran sendiri susu gandum sudah mudah ditemui dengan banyak variasi seperti oat milk dengan campuran kopi, cokelat, dan lain-lain. Oat milk pun cocok sebagai campuran smoothies dan pudding.